Tuesday, July 14, 2009
Thursday, July 9, 2009
And the vendor's is....
Alhamdulillah pada bulan ini sudah ada kesepakatan dari masing-masing keluarga. Insha Allah berikut kandidatnya :
Venue Akad & Resepsi : Aula Sudirman (Makodam Cililitan)
Catering : ASE Catering
Busana & Rias : Rekanan ASE Catering
Entertainment : Rekanan ASE Catering
Kebaya ortu : Brother Land
Photografi : a7 Team Art
Undangan : Belum tau mau cetak dimana??
Souvenir : Ps Mester Jatinegara
Insha Allah besok sabtu mau cek gedung mengenai apa aja yang kami dapatkan dari pihak gedung. Karna minggu lalu baru cami dan mama camer yang survey gedungnya. Dan karna mereka berdua belum banyak bertanya, jadi besok adalah pembantaian bagi pihak gedung. Qiqiqiqiqiq....
So Aula Sudirman...here we comeeeeeeee......
Venue Akad & Resepsi : Aula Sudirman (Makodam Cililitan)
Catering : ASE Catering
Busana & Rias : Rekanan ASE Catering
Entertainment : Rekanan ASE Catering
Kebaya ortu : Brother Land
Photografi : a7 Team Art
Undangan : Belum tau mau cetak dimana??
Souvenir : Ps Mester Jatinegara
Insha Allah besok sabtu mau cek gedung mengenai apa aja yang kami dapatkan dari pihak gedung. Karna minggu lalu baru cami dan mama camer yang survey gedungnya. Dan karna mereka berdua belum banyak bertanya, jadi besok adalah pembantaian bagi pihak gedung. Qiqiqiqiqiq....
So Aula Sudirman...here we comeeeeeeee......
Monday, July 6, 2009
Alhamdulillah.....
Segala puji dan puja aku panjatkan untuk Allah swt. Akhirnya sedikit demi sedikit terbuka pintu kemudahan-kemudahan dari-Nya. Walaupun dengan kendala dan hambatan yang ga bisa dibilang sedikit dan mudah untuk dilaluin. Hari yang aku dan mas tunggu mulai terlihat jelas didepan mata kami....
Insha Allah di kedepan hari berikutnya akan terus diberikan kemudahan-kemudahan dan kelancaran sampai "the BIG day" come. Ammiiiiiinnnnn...
So untuk para teman-teman...mohon doanya selalu agar aku dan si mas juga keluarga kami selalu diberikan kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi setiap kendala yang ada...aza...aza...figthing...!!!!!
Insha Allah di kedepan hari berikutnya akan terus diberikan kemudahan-kemudahan dan kelancaran sampai "the BIG day" come. Ammiiiiiinnnnn...
So untuk para teman-teman...mohon doanya selalu agar aku dan si mas juga keluarga kami selalu diberikan kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi setiap kendala yang ada...aza...aza...figthing...!!!!!
Friday, April 17, 2009
7 months 2 weeks 4 day...
Oh God....Still Nothing to Do....
Nothing to Do...
Do Nothing....
Do Nothing...







Nothing to Do...
Do Nothing....
Do Nothing...








Thursday, April 16, 2009
Bali....Bingung.....Bali....Bingung......
Ternyata bingung memilih paket mana yang akan kami ambil untuk "Hanimun". Tapi sebeneranya terlalu pagi ga siy *istilahnya* untuk memikirkan tentang "Hanimun" ini??sedangkan hal yang seharusnya udah dipersiapkan dari awal seperti bagaimana nanti konsep resepsi kami aja belum ada kesepakatan antara kedua keluarga. Huwaaaaaaa....
pusssssiiinnngggg...mikirin hal ini *Sampe kapan ya kesepakatan antara kedua keluarga aku bisa tercapai*
Ya Allah yang Maha Baik Tolong lah kami semua agar kami menemukan yang namanya "winwin solution"...amiiiinnnn......
Dan setelah berpikir semalam *sambil ketemuan sama si enenk* akhirnya aku memutuskan untuk menunggu dan bersabar sampe bulan juli untuk mampir pada perhelatan "JWF". Mudah-mudahan pada di JWF nanti aku dan si mas bisa dapetin paket yang lebih baik dari yang sekarang ditawarkan oleh WK....amiiiiiinnnnn.....
pusssssiiinnngggg...mikirin hal ini *Sampe kapan ya kesepakatan antara kedua keluarga aku bisa tercapai*Ya Allah yang Maha Baik Tolong lah kami semua agar kami menemukan yang namanya "winwin solution"...amiiiinnnn......
Dan setelah berpikir semalam *sambil ketemuan sama si enenk* akhirnya aku memutuskan untuk menunggu dan bersabar sampe bulan juli untuk mampir pada perhelatan "JWF". Mudah-mudahan pada di JWF nanti aku dan si mas bisa dapetin paket yang lebih baik dari yang sekarang ditawarkan oleh WK....amiiiiiinnnnn.....
Wednesday, April 15, 2009
Akhirnya Aku Kena Flu
Virus Flu ini akhirnya menang juga melawan kekebalan tubuhku. Udah 4hari merasakan idung mampet dan kepala berat 
Tapi sempet seneng juga udah lama ga flu karna tiap aku mau flu udh di dopping sama "Tolak Angin Cair" jadi ga keluar *eh apa yah namanya kalo ga jadi flu*...
Owya hari ini jadwal si Cami latian
tapi dia bukan drummer loh!!! Camiku itu seorang
...Seneng liat dia dan temen-temen Bandnya begitu
untuk maju di Band mereka. Tapi semalem dapet kabar kalo Band nya camiku ga lolos Amild itu tuh...kaciiiiiiaaaannn kamu honeyku...
Sabar ya ay..Insya Allah akan ada rejeki buat kalian di lain waktu....aaaaaammmmmmmiiiiinnn.
Eniwei...kok kepala aku masih sakiiit and ga enak gini yah??

Tapi sempet seneng juga udah lama ga flu karna tiap aku mau flu udh di dopping sama "Tolak Angin Cair" jadi ga keluar *eh apa yah namanya kalo ga jadi flu*...
Owya hari ini jadwal si Cami latian
tapi dia bukan drummer loh!!! Camiku itu seorang
...Seneng liat dia dan temen-temen Bandnya begitu
untuk maju di Band mereka. Tapi semalem dapet kabar kalo Band nya camiku ga lolos Amild itu tuh...kaciiiiiiaaaannn kamu honeyku...
Sabar ya ay..Insya Allah akan ada rejeki buat kalian di lain waktu....aaaaaammmmmmmiiiiinnn.Eniwei...kok kepala aku masih sakiiit and ga enak gini yah??
Tuesday, April 14, 2009
Doa...
Ya Rab...
Kenapa selalu berawal dengan perdebatan dan berakhir dengan pertengkaran
Kenapa selalu emosi dan amarah yang menang
Tak bisa sepaham kah kami
Tak bisa sehati kah kami
Tak bisa sejalan kah kami
Bukan kah niat kami satu
Bukan kah tujuan kami satu
Bukan kah cita - cita kami satu
Hanya mengharap belas kasih serta ridho MU
Mengapa begitu mudah kami melupakan itu
Mengapa begitu mudah kami terpedaya oleh nafsu
Ya Rabbi...
Kuat kan iman kami
Kuat kan hati kami
Lindungi kami dengan segala berkah serta rahmat Mu
-Ndy-
Kenapa selalu berawal dengan perdebatan dan berakhir dengan pertengkaran
Kenapa selalu emosi dan amarah yang menang
Tak bisa sepaham kah kami
Tak bisa sehati kah kami
Tak bisa sejalan kah kami
Bukan kah niat kami satu
Bukan kah tujuan kami satu
Bukan kah cita - cita kami satu
Hanya mengharap belas kasih serta ridho MU
Mengapa begitu mudah kami melupakan itu
Mengapa begitu mudah kami terpedaya oleh nafsu
Ya Rabbi...
Kuat kan iman kami
Kuat kan hati kami
Lindungi kami dengan segala berkah serta rahmat Mu
-Ndy-
Monday, April 13, 2009
Honey..let's go to the Moon...
Insya Allah aku dan si mas berencana hanimun ke Bali. Mungkin sedikit bermimpi kali ya..lah acaranya saja belum pasti seperti apa kok ya sudah membahas soal hanimun??Ya ga apa-apa lah itung-itung penyemangat buat aku pribadi dalam mempersiapkan pernikahan ini...
Sekarang lagi searching-searching aja di WK tentang paket hanimun murmer ke Bali. Dan Alhamdulillah paket yang kita mau masih available, tp musti tunggu approve dari semua pihak. So doakan kami ya, semoga proposal hanimun ke Bali kami bisa terwujud....Ammmmiiinnnn........
Sekarang lagi searching-searching aja di WK tentang paket hanimun murmer ke Bali. Dan Alhamdulillah paket yang kita mau masih available, tp musti tunggu approve dari semua pihak. So doakan kami ya, semoga proposal hanimun ke Bali kami bisa terwujud....Ammmmiiinnnn........
Progres Persiapan Kami....
Sepertinya ga bisa dibilang progres deh, lah wong belum lakuin apa-apa!!!! Aku, si Mas, dan juga keluarga belum bener-bener menentukan bagaimana acara pernikahan kami diselenggarakan. Sebenernya aku pribadi merasa kesel sama mereka semua kenapa kok ya kayanya cuma aku yang bersemangat untuk mengurus segala tetekbengek tentang niat kami ini. Mereka cenderung santai-santai aja dengan kegiatan mereka masing-masing....
Sebenernya kendala utama yang kami hadapin itu ya dari pihak keluarga mas ku. Ortunya si mas itu dalam penilaian ku membuat semuanya yg udah cukup ribet menjadi tambah ribet dengan penilaian-penilaian mereka sendiri. Harus tunggu ini, harus tunggu itu, harus begini dulu, harus begitu dulu. Kok ya..ga abis-abis ini itu nya!!!!
Padahal aku dan keluarga ku termasuk orang yang simpel dan ga terlalu banyak ini itu. Yang penting dalam ngejalanin ato melakukan sesuatu harus disertai niat yg kuat dan keyakinan sama Allah swt, sehingga apapun dapat dijalanin dengan lancar...InsyaAllah...Ammmmiiiinnnn.*back 2 topic*
Sekarang ini yang hal yang cukup menyita waktu untuk berpikir yaitu masih belum adanya kesepakatan antara keluarga aku dan keluarga si mas tentang bagaimana sebaiknya acara pernikahan kami berdua. Dari pihak keluargaku mau nya acara dilangsungkan dirumah kami, mengingat terlalu banyaknya kerabat dan kenalan dari ortu aku yang harus kami undang belum ditambah dengan kerabat dan kenalan dari pihak si mas (ini undangan kurleb 1500an) dan jika kami memaksakan untuk acara di gedung akan membuat kami sekeluarga sekarat dalam hal financial...hahahahaha..*lebay mode on*
Lain hal dipihak si mas, dimana ortunya berkeras ingin acara dilangsungkan si gedung dengan alasan supaya ga timbul kecemburuan sosial antara si mas dengan kakaknya yang baru menikah taun lalu. Tapppiiii...tapiiii...balik lagi ke soal budget, karena kami berdua masih baru bekerja *hihihi..ga baru-baru amat c*. Jadi kami masih belum bisa banyak membantu dalam hal financial, jika acara dilangsungkan digedung akan menyebabkan pembengkakan di biaya ketering. Dan akhirnya juga akan mempengaruhi pos-pos lainnya.
Walaupun dihati kecil aku kepengen banget moment ini bisa jadi momen special buat aku dan si mas dengan acara yang megah dan anggun. Tapi tentunya balik lagi ke niat awal kami menikah. Yang terpenting itu kami berdua bisa menikah dengan restu ke dua ortu, yang mana tentunya akan jadi restunya Allah swt dalam menjalani kehidupan setelah menikah nantinya. Hal lainnya yaitu karena buat apa segala kemewahan pesta yang hanya berlangsung kurleb 2 jam dengan menghabiskan semua tabungan kami dan ortu lalu pada akhirnya kami hidup susah setelah menikah...hihihihi...ga mau..ga mau...
So...dengan mengucap "BISMILLAHIRAHMANIRAHIM" aku dan mas sama meluruskan niat kami untuk menikah hanya karena Allah Ta'ala...apapun kendala-kendala yang ada, ga akan menjadi beban buat kami..tapi justru membuat kami semakin yakin akan janji-Nya pada kami..bahwa InsyaAllah semuanya akan diberika kemudahan, kelancaran, rejeki dan keberkahan dari-Nya....Ammmmiiiiinnnnnnn.
Sebenernya kendala utama yang kami hadapin itu ya dari pihak keluarga mas ku. Ortunya si mas itu dalam penilaian ku membuat semuanya yg udah cukup ribet menjadi tambah ribet dengan penilaian-penilaian mereka sendiri. Harus tunggu ini, harus tunggu itu, harus begini dulu, harus begitu dulu. Kok ya..ga abis-abis ini itu nya!!!!
Padahal aku dan keluarga ku termasuk orang yang simpel dan ga terlalu banyak ini itu. Yang penting dalam ngejalanin ato melakukan sesuatu harus disertai niat yg kuat dan keyakinan sama Allah swt, sehingga apapun dapat dijalanin dengan lancar...InsyaAllah...Ammmmiiiinnnn.*back 2 topic*
Sekarang ini yang hal yang cukup menyita waktu untuk berpikir yaitu masih belum adanya kesepakatan antara keluarga aku dan keluarga si mas tentang bagaimana sebaiknya acara pernikahan kami berdua. Dari pihak keluargaku mau nya acara dilangsungkan dirumah kami, mengingat terlalu banyaknya kerabat dan kenalan dari ortu aku yang harus kami undang belum ditambah dengan kerabat dan kenalan dari pihak si mas (ini undangan kurleb 1500an) dan jika kami memaksakan untuk acara di gedung akan membuat kami sekeluarga sekarat dalam hal financial...hahahahaha..*lebay mode on*
Lain hal dipihak si mas, dimana ortunya berkeras ingin acara dilangsungkan si gedung dengan alasan supaya ga timbul kecemburuan sosial antara si mas dengan kakaknya yang baru menikah taun lalu. Tapppiiii...tapiiii...balik lagi ke soal budget, karena kami berdua masih baru bekerja *hihihi..ga baru-baru amat c*. Jadi kami masih belum bisa banyak membantu dalam hal financial, jika acara dilangsungkan digedung akan menyebabkan pembengkakan di biaya ketering. Dan akhirnya juga akan mempengaruhi pos-pos lainnya.
Walaupun dihati kecil aku kepengen banget moment ini bisa jadi momen special buat aku dan si mas dengan acara yang megah dan anggun. Tapi tentunya balik lagi ke niat awal kami menikah. Yang terpenting itu kami berdua bisa menikah dengan restu ke dua ortu, yang mana tentunya akan jadi restunya Allah swt dalam menjalani kehidupan setelah menikah nantinya. Hal lainnya yaitu karena buat apa segala kemewahan pesta yang hanya berlangsung kurleb 2 jam dengan menghabiskan semua tabungan kami dan ortu lalu pada akhirnya kami hidup susah setelah menikah...hihihihi...ga mau..ga mau...
So...dengan mengucap "BISMILLAHIRAHMANIRAHIM" aku dan mas sama meluruskan niat kami untuk menikah hanya karena Allah Ta'ala...apapun kendala-kendala yang ada, ga akan menjadi beban buat kami..tapi justru membuat kami semakin yakin akan janji-Nya pada kami..bahwa InsyaAllah semuanya akan diberika kemudahan, kelancaran, rejeki dan keberkahan dari-Nya....Ammmmiiiiinnnnnnn.
Tuesday, April 7, 2009
Hunting Seserahan...iiiiiiiii loveeeeeee ittttttt..^^,
Sebenernya kalo soal hunting barang2 seserahan udah aku lakuin dari jaman dahulu kala..tapi ya bok....kok sampe sekarang ga pernah bener2 kumpul barang2 yg emang fix buat seserahan itu. Dasar akunya aja yg gatelan ga bisa punya barang baru kepengennya dicoba, alhasil jd kepake jg deyh...hihihihihi.
Owya spertinya kalo keadaan terus berlanjut sperti itu bakal jebol jg niy uang yg emang dipersiapkan si cami utk "My Paket Seserahan"...So musti bener2 komit sama diri sendiri niy utk bener2 fokus...GANBATEEEEEEE...!!!!!!
Sekarang aku mau coba buat list isi dari "My Paket Seserahan" yg diambil dr contoh paket seserahannya jeng Anggi, sbb:
Setelah diliat-liat masih banyak ya bok yg belum dibeli untuk seserahannya, tapi ga apa-apa deyh..lah wong waktunya juga masih lumayan lama. walaupun insting untuk berburunya akan tetap SIAGA..
Nanti setelah mas ku pulang, kita akan membicarakan lebih lanjut tentang bagaimana pernikahan kami akan berlangsung. Semoga kami sekeluarga selalu diberikan kemudahan dan kelapangan serta rezeki yg banyak oleh Sang Rabbul Izzati...ammmmmmmmiiiiiiinnnnnnn.
Owya spertinya kalo keadaan terus berlanjut sperti itu bakal jebol jg niy uang yg emang dipersiapkan si cami utk "My Paket Seserahan"...So musti bener2 komit sama diri sendiri niy utk bener2 fokus...GANBATEEEEEEE...!!!!!!
Sekarang aku mau coba buat list isi dari "My Paket Seserahan" yg diambil dr contoh paket seserahannya jeng Anggi, sbb:
- Perlengkapan beribadah : Mukena, Alquran, Sajadah dan Tasbih
- Pakaian : Kebaya dan Kain/ Baju Kerja/Kerudung
- Alat-alat perawatan tubuh : Body Lotion, Sabun, Shampoo, Body Splash
- Make Up : Pelembab, Foundation, Bedak, Lipstik, Blush on, Eye Shadow, Eye Brow, Eye Liner, Maskara
- Sepatu/Selop
- Tas
- Pakaian dalam / Baju Tidur / Lingerie
- Perhiasan/Jam Tangan
- Parfum
- Seprei
- Makanan
- Buah
- Mukena,Sajadah
- Kerudung (4 warna)( sepertinya masih akan ditambahin lagi dg warna yg belum aku punya)
- Body wash and Body scrub (the body shop)
- Bedak, Lipstik, Lipgloss, Blush on, Eye Brow, Eye Liner (beauty style)
- Sepatu sendal warna item
- Pakaian dalam (2 psg)/ Baju Tidur (2 psg) / Lingerie (2 psg)
- Jam Tangan
- Handuk Terry palmer
- Seprei
Setelah diliat-liat masih banyak ya bok yg belum dibeli untuk seserahannya, tapi ga apa-apa deyh..lah wong waktunya juga masih lumayan lama. walaupun insting untuk berburunya akan tetap SIAGA..
Nanti setelah mas ku pulang, kita akan membicarakan lebih lanjut tentang bagaimana pernikahan kami akan berlangsung. Semoga kami sekeluarga selalu diberikan kemudahan dan kelapangan serta rezeki yg banyak oleh Sang Rabbul Izzati...ammmmmmmmiiiiiiinnnnnnn.
Sunday, April 5, 2009
Sepiiiiiiiiiii...Ga ada si Kamuuuu......
Sayaaaaaaaannnngggg...cepetan pulannnngggggg.........!!!!!!
Baru 1 hari setengah kamu dipuncak...rasanya udah sepiiiiiiii....ga ada temen chatting yg bisa manja2in aku.....Ga ada yg cubitin aku tiap qt ketemu...
Aaaaarrrrgggghhhhhhh....miiiiiissssssssssss uuuuuuuu my dear honey....
Baru 1 hari setengah kamu dipuncak...rasanya udah sepiiiiiiii....ga ada temen chatting yg bisa manja2in aku.....Ga ada yg cubitin aku tiap qt ketemu...
Aaaaarrrrgggghhhhhhh....miiiiiissssssssssss uuuuuuuu my dear honey....
Big Apoligize for my Buddy....
Tanpa mengurangi rasa sayang aku ke sahabat2...Mohon Maaf...yang sebesar-besarnya krn ada sebagian dari kalian yg ga sempet aku kabarin ttg acara lamaran....
Sebenernya sih emang niat dari awalnya mau buat yg simpel dan sederahana dg keluarga intinya aku dan mas ku aja...tp krn si mama..entah darimana tuh ide datengnya..akhirnya kok ya lumayan banyak yg dikabarin, sampe kakek nenek dr si mama ikutan ngambek *krn ga dikbrin* dan nekat mau dateng dr cileungsi...
Alhamdulillah semua keluarga dan sahabat2 cewe ku masih sempet dateng. Hihihi..sempet lucu juga krn pas mereka mau lanjut ke "surprise partynya DD" mereka dipaksa utk makan siang dulu sm si papa, truz si papa pake aga keras ngomongnya jd mereka mikirnya papaku marah*pdhl sbnrnya ga marah*...emang enak kalian...!!!!
Sebenernya sih emang niat dari awalnya mau buat yg simpel dan sederahana dg keluarga intinya aku dan mas ku aja...tp krn si mama..entah darimana tuh ide datengnya..akhirnya kok ya lumayan banyak yg dikabarin, sampe kakek nenek dr si mama ikutan ngambek *krn ga dikbrin* dan nekat mau dateng dr cileungsi...
Alhamdulillah semua keluarga dan sahabat2 cewe ku masih sempet dateng. Hihihi..sempet lucu juga krn pas mereka mau lanjut ke "surprise partynya DD" mereka dipaksa utk makan siang dulu sm si papa, truz si papa pake aga keras ngomongnya jd mereka mikirnya papaku marah*pdhl sbnrnya ga marah*...emang enak kalian...!!!!
Thursday, April 2, 2009
Kebingungan di mulaiiiiiii????
Ya namanya juga hidup...satu ujian terlampaui..ada lagi bbrp ujian yg hrs dilaluin. Kmrn udah dilamar..dan skg masih belum ada kesepakatan antara pihak klg aku dan klg mas ku ttg gmn resepsi dipernikahan aku dan si mas. Ya..semoga kata sepakat itu segera tercapai antara ke2 belah pihak dan bagaimanapun acaranya nanti aku kepengennya semua pihak sama2 seneng. Karna kan niat aku dan mas menikah jelas hanya mengharap Ridho dari Allah swt dan tidak tll merepotkan klg kami.
Tapiiiiiiii...binungung juga c ya..kan menikah itu insyaAllah cm 1x seumur hidup kepengennya bisa rayain momen spesial itu dg sesuatu yg spesial tp tidak mngeluarkan uang byk dan tidak terlalu merepotkan ortu...hihihihi.....kayanya ga mungkin ya??pasti kan ortu qt berdua ikut repot.
Ya Rabull Izzati....bantulah kami dalam ujian yang satu ini agar tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak...ammmiiiinnn.
Tapiiiiiiii...binungung juga c ya..kan menikah itu insyaAllah cm 1x seumur hidup kepengennya bisa rayain momen spesial itu dg sesuatu yg spesial tp tidak mngeluarkan uang byk dan tidak terlalu merepotkan ortu...hihihihi.....kayanya ga mungkin ya??pasti kan ortu qt berdua ikut repot.
Ya Rabull Izzati....bantulah kami dalam ujian yang satu ini agar tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak...ammmiiiinnn.
Lamaran semi Formal....hihihihihi
Alhamdulillah...aku dilamaaaaaarrrrr.....!!!!!hehe...sebenernya telat bgt postingannya..tp gpp lah drpd ga sm sekali.
Ngebayangin perasaan yg aku alamin saat itu bener2 buat perut aku muleeesss ga karuan. Deg2an bgt...gmn ga??Pertama krn H-2 sebelum lamaran aku dan si mas ku itu berantem hebat krn ke egoisan dr qt ataupun pihak ke 3 dlm hubungan qt. Dan kedua krn pertengkaran itu buat aku jd males utk mempersiapkan tu acara.
Tapi..tapiiii...tapiiii....Alhamdulillah lg aku msh dikelilingin sm keluarga yg Subhanallah...pengertian luar biasa. Mereka dukung aku dan beri masukan yg baik buat aku dan mas ku, sampai akhirnya aku bisa bersabar dan berjuang lg utk niat baik qt..ya kan mas??
Dg persiapan yg serba seadanya dan waktu yg sempit...Alhamdulillah lg acaranya pun berlangsung dg lancar. Semua keluarga mama dan papa jg byk yg dtg..trs ya yg buat seneng lg krn sahabat2ku sempet dtg...maaf ya guys...bukan maksud ga kasih kabar dr jauh2 hr tp krn "something happen" itu jd bener2 unpredictable bgt deyh.....Makasiyyyyy ya kalian sempetin dtg....
Upzzz...ini foto2 yg sempet diabadikan sm Onye..thanks God bgt msh ada hapenya onye utk abadikan moment yg penting itu....hikshiks...walaupun ga sempurna..tp hrs ttp byk2 bersyukur sm Allah swt.....

Semoga di hari depan dalam menuju "The Big Day" aku, mas ku dan klg kami sll diberikan kemudahan2, kelancaran2, Keberkahan2 jg rejeki2 dr pintu yg ga diduga2...ammmmiiiiinnnn....
Ngebayangin perasaan yg aku alamin saat itu bener2 buat perut aku muleeesss ga karuan. Deg2an bgt...gmn ga??Pertama krn H-2 sebelum lamaran aku dan si mas ku itu berantem hebat krn ke egoisan dr qt ataupun pihak ke 3 dlm hubungan qt. Dan kedua krn pertengkaran itu buat aku jd males utk mempersiapkan tu acara.
Tapi..tapiiii...tapiiii....Alhamdulillah lg aku msh dikelilingin sm keluarga yg Subhanallah...pengertian luar biasa. Mereka dukung aku dan beri masukan yg baik buat aku dan mas ku, sampai akhirnya aku bisa bersabar dan berjuang lg utk niat baik qt..ya kan mas??
Dg persiapan yg serba seadanya dan waktu yg sempit...Alhamdulillah lg acaranya pun berlangsung dg lancar. Semua keluarga mama dan papa jg byk yg dtg..trs ya yg buat seneng lg krn sahabat2ku sempet dtg...maaf ya guys...bukan maksud ga kasih kabar dr jauh2 hr tp krn "something happen" itu jd bener2 unpredictable bgt deyh.....Makasiyyyyy ya kalian sempetin dtg....
Upzzz...ini foto2 yg sempet diabadikan sm Onye..thanks God bgt msh ada hapenya onye utk abadikan moment yg penting itu....hikshiks...walaupun ga sempurna..tp hrs ttp byk2 bersyukur sm Allah swt.....

Semoga di hari depan dalam menuju "The Big Day" aku, mas ku dan klg kami sll diberikan kemudahan2, kelancaran2, Keberkahan2 jg rejeki2 dr pintu yg ga diduga2...ammmmiiiiinnnn....Tuesday, January 20, 2009
Bagaimana hukum laki-laki memakai cincin yang bukan emas?
Banyak hadist riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim Nabi Muhammad Saw, memakai cincin perak dan beliau Saw, memakainya dikelingkingnya, demikian pula dengan para sahabat menggunakannya, dan menggunakan cincin perak bagi pria hukumnya sunah, yang diharamkan bagi pria adalah cincin emas.
Namun telah sepakat para ulama dan muhadistin pelarangan bagi pria adalah emas dan emas dalam bahasa Arab adalah Dzahab, dan dzahab adalah emas yang berwarna kuning. dan mengenai mas putih maka pria boleh memakainya sebab bukan dzahab dalam pengertian syariah.
Mas putih adalah logam mulia, sebagaimana timah, atau mungkin zamrud atau batu mulia dan logam mulia lainya, bukan emas dalam syariah.
Cincin selain perak termasuk sunah, diriwayatkan bahwa Umar ra, memakai cincin dari besi, adapula sahabat lainya berbuat demikian, dan hal itu mereka ketahui dari Rasul Saw, namun yang afdhal adalah dari perak karena riwayat hadistnya lebih jelas dan kuat.
Menurut pendapat saya,
Jika hukum memakainya dihalalkan dalam syariah tentu pernikahan menggunakan cicncin kawin mas putih yang dipertanyakan diperbolehkan, dan haram hukumnya apabila "Tasyabbuh" denga wanita (hal-hal yang menyerupai wanita).
Dan jika emas murni namun disepuh dengan tembaga/kuningan maka halal untuk pria dan akan menjadi haram apabila tasyabbuh dengan wanita.
Demikian pendapat yang saya pahami, dari banyak pendapat yang lain yang lebih baik.
Semoga berkenan,
Wassalam,
Sumber : menyadur dari blog lain
Namun telah sepakat para ulama dan muhadistin pelarangan bagi pria adalah emas dan emas dalam bahasa Arab adalah Dzahab, dan dzahab adalah emas yang berwarna kuning. dan mengenai mas putih maka pria boleh memakainya sebab bukan dzahab dalam pengertian syariah.
Mas putih adalah logam mulia, sebagaimana timah, atau mungkin zamrud atau batu mulia dan logam mulia lainya, bukan emas dalam syariah.
Cincin selain perak termasuk sunah, diriwayatkan bahwa Umar ra, memakai cincin dari besi, adapula sahabat lainya berbuat demikian, dan hal itu mereka ketahui dari Rasul Saw, namun yang afdhal adalah dari perak karena riwayat hadistnya lebih jelas dan kuat.
Menurut pendapat saya,
Jika hukum memakainya dihalalkan dalam syariah tentu pernikahan menggunakan cicncin kawin mas putih yang dipertanyakan diperbolehkan, dan haram hukumnya apabila "Tasyabbuh" denga wanita (hal-hal yang menyerupai wanita).
Dan jika emas murni namun disepuh dengan tembaga/kuningan maka halal untuk pria dan akan menjadi haram apabila tasyabbuh dengan wanita.
Demikian pendapat yang saya pahami, dari banyak pendapat yang lain yang lebih baik.
Semoga berkenan,
Wassalam,
Sumber : menyadur dari blog lain
Thursday, December 11, 2008
Kebaya Ungu-hijau
kebaya ini disewakan lewat multiply apa gt gw lupa...trs gw jg copy dr blognya capeng yg emang suka warna ungu sama kaya gw....
ini bisa disewa di Griya Pengantiin Sekitar 1jt sampe 2jtan.
Dyuh...bingung niy...22nya bagus & harganya sewanya jg lumayan muahal...hiks...hiks...hiks....mupeeeeennngggg!!!!
Astagfirullah..ternyata menikah itu ribet bgt ya...
Pasti pada bingung kan kenapa gw dan cami bisa memutuskan untuk merit secepat ini..hehehe. Niat baik itu ga boleh ditunda-tunda kan??
InsyaAllah...Qt YAKIN...kalo Allah swt pasti akan selalu memberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan, umur panjang, juga rejeki halal yg berlimpah-limpah yg qt ga sangka2 asalnya. AMIIIIIINNNN.
Hehehe...SEMANGAAAAAATTTTTT..........!!!!!!!
Hehehe...SEMANGAAAAAATTTTTT..........!!!!!!!
Friday, November 28, 2008
Menanggapi komentar 2 sohib gw yg gokil....

Assalamualikum....
Wah udah lama ya ga ng-Blog!!!
Begini guys..kan tiap org punya masalah dalam menjalani hidup dan jg tiap orang punya prioritas ataupun kepentingan dalam hidupnya. Maka dari itu tulisan-tulisan gw ini tentunya mewakili apa yang sekarang ini menjadi masalah sekaligus prioritas gw sebagai cewe yg notabene nya sudah cukup umur. *gaya betz*
Menikah....ternyata dalam proses menuju prosesnya itu ga semudah yg selama ini gw ataupun sebagian orang belum pernah nikah tentunya tau. Mulai dari calon pasangan, izin/ restu ortu, biaya dan yg paling penting menurut gw adalah kesiapan lahir bathin.
Balik ke komen 2 sohib gw...hehehe...guys emangnya kalian ga sadar ya kl yg kalian tulis di blog kalian itu ga jauh dari masalah yg kalian hadapin atau ga jauh dr kejadian2 yg kalian alamin.
Lo nduutt...dg patah hati lo...lo ga sadar ya kl isi dr blog lo tuh...curhatan dr kejadian yg baru lo alamin sm halnya dg Ossie. Ya kan sob....???
Tuesday, November 18, 2008
Permohonan Maaf...
Bagi tmn2 yg baca blog gw ini...mungkin bertanya2 knp gw menampilkan artikel2 yg seperti ini..???Mungkin jg tmn2 smua ga abis pikir knp artikel yg gw tampilin beda bgt sm klakuan gw sehari-hari...???
Sbenernya sih krn ada 2 alasan. Yang pertama krn sabda Rasullah SAW yg berbunyi..."Sebarkanlah walau hanya 1 ayat"....
Yang ke dua krn gw cuma manusia biasa yg sedang berusaha untuk menjadi manusia yg lebih baik. Ya mudah2n bs bermanfaat bagi qt smua...amiiiinnn.
Sbenernya sih krn ada 2 alasan. Yang pertama krn sabda Rasullah SAW yg berbunyi..."Sebarkanlah walau hanya 1 ayat"....
Yang ke dua krn gw cuma manusia biasa yg sedang berusaha untuk menjadi manusia yg lebih baik. Ya mudah2n bs bermanfaat bagi qt smua...amiiiinnn.
Mengapa Takut untuk MENIKAH...???
Kita hidup di zaman yang mengajarkan pergaulan bebas, menonjolkan aurat, dan mempertontonkan perzinaan. Bila mereka tidak saja berani kepada Allah dengan melakukan tindakan yang tidak hanya merusak diri, melainkan juga menghancurkan institusi rumah tangga.
Mengapa kita takut untuk mentaati Allah dengan membangun rumah tangga yang kokoh? Bila kita beralasan ada resiko yang harus dipikul setelah menikah, bukankah perzinaan juga punya segudang resiko? Bahkan resikonya lebih besar. Bukankankah melajang ada juga resikonya?
Hidup, bagaimanapun adalah sebuah resiko. Mati pun resiko. Yang tidak ada resikonya adalah bahwa kita tidak dilahirkan ke dunia. Tetapi kalau kita berpikir bagaimana lari dari resiko, itu pemecahan yang mustahil. Allah tidak pernah mengajarkan kita agar mencari pemecahan yang mustahil. Bila ternyata segala sesuatu ada resikonya, maksiat maupun taat, mengapa kita tidak segera melangkah kepada sikap yang resikonya lebih baik? Sudah barang tentu bahwa resiko pernikahan lebih baik daripada resiko pergaulan bebas (baca: zina). Karenanya Allah mengajarkan pernikahan dan menolak perzinaan.
Banyak alasan dari kawan-kawan yang masih melajang, padahal ia mampu untuk menikah. Setelah saya kejar alasannya, ternyata semua alasan itu tidak berpijak pada fondasi yang kuat, ada yang beralasan untuk mengumpulkan bekal terlebih dahulu, ada yang beralasan untuk mencari ilmu dulu, dan lain sebagainya. Berikut ini kita akan mengulas mengenai mengapa kita harus segera menikah? Sekaligus di celah pembahasan saya akan menjawab atas beberapa alasan yang pernah mereka kemukakan untuk membenarkan sikap.
Menikah itu Fitrah
Allah Taala menegakkan sunnah-Nya di alam ini atas dasar berpasang-pasangan. Wa min kulli syai’in khalaqnaa zaujain, “dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan” (Adz-Dzariyaat: 49). Ada siang ada malam, ada laki ada perempuan. Masing-masing memerankan fungsinya sesuai dengan tujuan utama yang telah Allah rencanakan. Tidak ada dari sunnah tersebut yang Allah ubah, kapanpun dan di manapun berada. Walan tajida lisunnatillah tabdilla, ” dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah” (Al-Ahzab: 62). Walan tajida lisunnatillah tahwiila, “dan kamu tidak akan mendapati perubahan bagi ketetapan kami itu.” (Al-Isra: 77)
Dengan melanggar sunnah itu berarti kita telah meletakkan diri pada posisi bahaya. Karena tidak mungkin Allah meletakkan sebuah sunnah tanpa ada kesatuan dan keterkaitan dengan sIstem lainnya yang bekerja secara sempurna secara universal. Manusia dengan kecanggihan ilmu dan peradabannya yang dicapai, tidak akan pernah mampu menggantikan sunnah ini dengan cara lain yang dikarang otaknya sendiri. Mengapa? Sebab, Allah swt. telah membekali masing-masing manusia dengan fitrah yang sejalan dengan sunnah tersebut. Melanggar sunnah artinya menentang fitrahnya sendiri.
Bila sikap menentang fitrah ini terus-menerus dilakukan, maka yang akan menanggung resikonya adalah manusia itu sendiri. Secara kasat mata, di antara yang paling tampak dari rahasia sunnah berpasang-pasangan ini adalah untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia dari masa ke masa sampai titik waktu yang telah Allah tentukan. Bila institusi pernikahan dihilangkan, bisa dipastikan bahwa mansuia telah musnah sejak ratusan abad yang silam. Mungkin ada yang nyeletuk, tapi kalau hanya untuk mempertahankan keturunan tidak mesti dengan cara menikah. Dengan pergaulan bebas pun bisa. Anda bisa berkata demikian. Tetapi ada sisi lain dari fitrah yang juga Allah berikan kepada masing-masing manusia, yaitu: cinta dan kasih sayang, mawaddah wa rahmah. Kedua sisi fitrah ini tidak akan pernah mungkin tercapai dengan hanya semata pergaulan bebas. Melainkan harus diikat dengan tali yang Allah ajarkan, yaitu pernikahan. Karena itulah Allah memerintahkan agar kita menikah. Sebab itulah yang paling tepat menurut Allah dalam memenuhi tuntutan fitrah tersebut. Tentu tidak ada bimbingan yang lebih sempurna dan membahagiakan lebih dari daripada bimbingan Allah.
Allah berfirman fankihuu, dengan kata perintah. Ini menunjukan pentingnya hakikat pernikahan bagi manusia. Jika membahayakan, tidak mungkin Allah perintahkan. Malah yang Allah larang adalah perzinaan. Walaa taqrabuzzina, dan janganlah kamu mendekati zina (Al-Israa: 32). Ini menegaskan bahwa setiap yang mendekatkan kepada perzinaan adalah haram, apalagi melakukannya. Mengapa? Sebab Allah menginginkan agar manusia hidup bahagia, aman, dan sentosa sesuai dengan fitrahnya.
Mendekati zina dengan cara apapun, adalah proses penggerogotan terhadap fitrah. Dan sudah terbukti bahwa pergaulan bebas telah melahirkan banyak bencana. Tidak saja pada hancurnya harga diri sebagai manusia, melainkan juga hancurnya kemanusiaan itu sendiri. Tidak jarang kasus seorang ibu yang membuang janinnya ke selokan, ke tong sampah, bahkan dengan sengaja membunuhnya, hanya karena merasa malu menggendong anaknya dari hasil zina.
Perhatikan bagaimanan akibat yang harus diterima ketika institusi pernikahan sebagai fitrah diabaikan. Bisa dibayangkan apa akibat yang akan terjadi jika semua manusia melakukan cara yang sama. Ustadz Fuad Shaleh dalam bukunya liman yuridduz zawaj mengatakan, “Orang yang hidup melajang biasanya sering tidak normal: baik cara berpikir, impian, dan sikapnya. Ia mudah terpedaya oleh syetan, lebih dari mereka yang telah menikah.”
Menikah Itu Ibadah
Dalam surat Ar-Rum: 21, Allah menyebutkan pentingnya mempertahankan hakikat pernikahan dengan sederet bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam semesta. Ini menunjukkan bahwa dengan menikah kita telah menegakkan satu sisi dari bukti kekusaan Allah swt. Dalam sebuah kesempatan Rasulullah saw. lebih menguatkan makna pernikahan sebagai ibadah, “Bila seorang menikah berarti ia telah melengkapi separuh dari agamanya, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah pada paruh yang tersisa.” (HR. Baihaqi, hadits Hasan)
Belum lagi dari sisi ibadah sosial. Dimana sebelum menikah kita lebih sibuk dengan dirinya, tapi setelah menikah kita bisa saling melengkapi, mendidik istri dan anak. Semua itu merupakan lapangan pahala yang tak terhingga. Bahkan dengan menikah, seseorang akan lebih terjaga moralnya dari hal-hal yang mendekati perzinaan. Alquran menyebut orang yang telah menikah dengan istilah muhshan atau muhshanah (orang yang terbentengi) . Istilah ini sangat kuat dan menggambarkan bahwa kepribadian orang yang telah menikah lebih terjaga dari dosa daripada mereka yang belum menikah.
Bila ternyata pernikahan menunjukkan bukti kekuasan Allah, membantu tercapainya sifat takwa. dan menjaga diri dari tindakan amoral, maka tidak bisa dipungkiri bahwa pernikahan merupakan salah satu ibadah yang tidak kalah pahalanya dengan ibadah-ibadah lainnya. Jika ternyata Anda setiap hari bisa menegakkan ibadah shalat, dengan tenang tanpa merasa terbebani, mengapa Anda merasa berat dan selalu menunda untuk menegakkan ibadah pernikahan, wong ini ibadah dan itupun juga ibadah.
Pernikahan dan Penghasilan
Seringkali kita mendapatkan seorang jejaka yang sudah tiba waktu menikah, jika ditanya mengapa tidak menikah, ia menjawab belum mempunyai penghasilan yang cukup. Padahal waktu itu ia sudah bekerja. Bahkan ia mampu membeli motor dan HP. Tidak sedikit dari mereka yang mempunyai mobil. Setiap hari ia harus memengeluarkan biaya yang cukup besar dari penggunakan HP, motor, dan mobil tersebut. Bila setiap orang berpikir demikian apa yang akan terjadi pada kehidupan manusia?
Saya belum pernah menemukan sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw. melarang seorang sahabatnya yang ingin menikah karena tidak punya penghasilan. Bahkan dalam beberapa riwayat yang pernah saya baca, Rasulullah saw. bila didatangi seorang sahabatnya yang ingin menikah, ia tidak menanyakan berapa penghasilan yang diperoleh perbulan, melainkan apa yang ia punya untuk dijadikan mahar. Mungkin ia mempunyai cincin besi? Jika tidak, mungkin ada pakaiannya yang lebih? Jika tidak, malah ada yang hanya diajarkan agar membayar maharnya dengan menghafal sebagian surat Alquran.
Apa yang tergambar dari kenyatan tersebut adalah bahwa Rasulullah saw. tidak ingin menjadikan pernikahan sebagai masalah, melainkan sebagai pemecah persoalan. Bahwa pernikahan bukan sebuah beban, melainkan tuntutan fitrah yang harus dipenuhi. Seperti kebutuhan Anda terhadap makan, manusia juga butuh untuk menikah. Memang ada sebagian ulama yang tidak menikah sampai akhir hayatnya seperti yang terkumpul dalam buku Al-ulamaul uzzab alladziina aatsarul ilma ‘alaz zawaj. Tetapi, itu bukan untuk diikuti semua orang. Itu adalah perkecualian. Sebab, Rasulullah saw. pernah melarang seorang sahabatanya yang ingin hanya beribadah tanpa menikah, lalu menegaskan bahwa ia juga beribadah tetapi ia juga menikah. Di sini jelas sekali bagaimana Rasulullah saw. selalu menuntun kita agar berjalan dengan fitrah yang telah Allah bekalkan tanpa merasakan beban sedikit pun.
Memang masalah penghasilan hampir selalu menghantui setiap para jejaka muda maupun tua dalam memasuki wilayah pernikahan. Sebab yang terbayang bagi mereka ketika menikah adalah keharusan membangun rumah, memiliki kendaraan, mendidik anak, dan seterusnya di mana itu semua menuntut biaya yang tidak sedikit. Tetapi kenyataannya telah terbukti dalam sejarah hidup manusia sejak ratusan tahun yang lalu bahwa banyak dari mereka yang menikah sambil mencari nafkah. Artinya, tidak dengan memapankan diri secara ekonomi terlebih dahulu. Dan ternyata mereka bisa hidup dan beranak-pinak. Dengan demikian kemapanan ekonomi bukan persyaratan utama bagi sesorang untuk memasuki dunia pernikahan.
Mengapa? Sebab, ada pintu-pintu rezeki yang Allah sediakan setelah pernikahan. Artinya, untuk meraih jatah rezki tersebut pintu masuknya menikah dulu. Jika tidak, rezki itu tidak akan cair. Inilah pengertian ayat iyyakunu fuqara yughnihimullahu min fadhlihi wallahu waasi’un aliim, jika mereka miskin Allah akan mampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha mengetahui (An-Nur: 32). Ini adalah jaminan langsung dari Allah, agar masalah penghasilan tidak dikaitkan dengan pernikahan. Artinya, masalah rezki satu hal dan pernikahan hal yang lain lagi.
Abu Bakar Ash-Shidiq ketika menafsirkan ayat itu berkata, “Taatilah Allah dengan menikah. Allah akan memenuhi janjinya dengan memberimu kekayaan yang cukup.” Al-Qurthubi berkata, “Ini adalah janji Allah untuk memberikan kekayaan bagi mereka yang menikah untuk mencapai ridha Allah, dan menjaga diri dari kemaksiatan.” (lihat Tafsirul Quthubi, Al Jami’ liahkamil Qur’an juz 12 hal. 160, Darul Kutubil Ilmiah, Beirut).
Rasulullah saw. pernah mendorong seorang sahabatnya dengan berkata, “Menikahlah dengan penuh keyakinan kepada Allah dan harapan akan ridhaNya, Allah pasti akan membantu dan memberkahi.” (HR. Thabarni). Dalam hadits lain disebutkan: Tiga hal yang pasti Allah bantu, di antaranya: “Orang menikah untuk menjaga diri dari kemaksiatan.” (HR. Turmudzi dan Nasa’i)
Imam Thawus pernah berkata kepada Ibrahim bin Maysarah, “Menikahlah segera, atau saya akan mengulang perkataan Umar Bin Khattab kepada Abu Zawaid: Tidak ada yang menghalangimu dari pernikahaan kecuali kelemahanmu atau perbuatan maksiat.” (lihat Siyar A’lamun Nubala’ oleh Imam Adz Dzahaby). Ini semua secara makna menguatkan pengertian ayat di atas. Di mana Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang bertakwa kepada Allah dengan membangun pernikahan.
Persoalannya sekarangan, mengapa banyak orang berkeluarga yang hidup melarat? Kenyataan ini mungkin membuat banyak jejaka berpikir dua kali untuk menikah. Dalam masalah nasib kita tidak bisa mengeneralisir apa yang terjadi pada sebagian orang. Sebab, masing-masing ada garis nasibnya. Kalau itu pertanyaanya, kita juga bisa bertanya: mengapa Anda bertanya demikian? Bagaimana kalau Anda melihat fakta yang lain lagi bahwa banyak orang yang tadinya melarat dan ternyata setelah menikah hidupnya lebih makmur? Dari sini bahwa pernikahan bukan hambatan, dan kemapanan penghasilan bukan sebuah persyaratan utama.
Yang paling penting adalah kesiapan mental dan kesungguhan untuk memikul tanggung jawab tersebut secara maksimal. Saya yakin bahwa setiap perbuatan ada tanggung jawabnya. Berzina pun bukan berarti setelah itu selesai dan bebas tanggungjawab. Melainkan setelah itu ia harus memikul beban berat akibat kemaksiatan dan perzinaan. Kalau tidak harus mengasuh anak zina, ia harus menanggung dosa zina. Keduanya tanggung jawab yang kalau ditimbang-timbang, tidak kalah beratnya dengan tanggung jawab pernikahan.
Bahkan tanggung jawab menikah jauh lebih ringan, karena masing-masing dari suami istri saling melengkapi dan saling menopang. Ditambah lagi bahwa masing-masing ada jatah rezekinya yang Allah sediakan. Tidak jarang seorang suami yang bisa keluar dari kesulitan ekonomi karena jatah rezeki seorang istri. Bahkan ada sebuah rumah tangga yang jatah rezekinya ditopang oleh anaknya. Perhatikan bagaimana keberkahan pernikahan yang tidak hanya saling menopang dalam mentaati Allah, melainkan juga dalam sisi ekonomi.
Pernikahan dan Menuntut Ilmu
Seorang kawan pernah mengatakan, ia ingin mencari ilmu terlebih dahulu, baru setelah itu menikah. Anehnya, ia tidak habis-habis mencari ilmu. Hampir semua universitas ia cicipi. Usianya sudah begitu lanjut. Bila ditanya kapan menikah, ia menjawab: saya belum selesai mencari ilmu. Ada sebuah pepatah diucapkan para ulama dalam hal mencari ilmu: lau anffaqta kullaha lan tashila illa ilaa ba’dhiha, seandainya kau infakkan semua usiamu –untuk mencari ilmu–, kau tidak akan mendapatkannya kecuali hanya sebagiannya. Dunia ilmu sangat luas. Seumur hidup kita tidak akan pernah mampu menelusuri semua ilmu. Sementara menikah adalah tuntutan fitrah. Karenanya, tidak ada aturan dalam Islam agar kita mencari ilmu dulu baru setelah itu menikah.
Banyak para ulama yang menikah juga mencari ilmu. Benar, hubungan mencari ilmu di sini sangat berkait erat dengan penghasilan. Tetapi banyak sarjana yang telah menyelesaikan program studinya bahkan ada yang sudah doktor atau profesor, tetapi masih juga pengangguran dan belum mendapatkan pekerjaan. Artinya, menyelesaikan periode studi juga bukan jaminan untuk mendapatkan penghasilan. Sementara pernikahan selalu mendesak tanpa semuanya itu. Di dalam Alquran maupun Sunnah, tidak ada tuntunan keharusan menunda pernikahan demi mencari ilmu atau mencari harta. Bahkan, banyak ayat dan hadits berupa panggilan untuk segera menikah, terlepas apakah kita sedang mencari ilmu atau belum mempunyai penghasilan.
Berbagai pengalaman membuktikan bahwa menikah tidak menghalangi seorang dalam mencari ilmu. Banyak sarjana yang berhasil dalam mencari ilmu sambil menikah. Begitu juga banyak yang gagal. Artinya, semua itu tergantung kemauan orangnya. Bila ia menikah dan tetap berkemauan tinggi untuk mencari ilmu, ia akan berhasil. Sebaliknya, jika setelah menikah kemauannya mencari ilmu melemah, ia gagal. Pada intinya, pernikahan adalah bagian dari kehidupan yang harus juga mendapatkan porsinya. Perjuangan seseorang akan lebih bermakna ketika ia berjuang juga menegakkan rumah tungga yang Islami.
Rasulullah saw. telah memberikan contoh yang sangat mengagumkan dalam masalah pernikahan. Beliau menikah dengan sembilan istri. Padahal beliau secara ekonmi bukan seorang raja atau konglomerat. Tetapi semua itu Rasulullah jalani dengan tenang dan tidak membuat tugas-tugas kerasulannya terbengkalai. Suatu indikasi bahwa pernikahan bukan hal yang harus dipermasalahkan, melainkan harus dipenuhi. Artinya, seorang yang cerdas sebenarnya tidak perlu didorong untuk menikah, sebab Allah telah menciptakan gelora fitrah yang luar biasa dalam dirinya. Dan itu tidak bisa dipungkiri. Masing-masing orang lebih tahu dari orang lain mengenai gelora ini. Dan ia sendiri yang menanggung perih dan kegelisahan gelora ini jika ia terus ditahan-tahan. Untuk memenuhi tuntutan gelora itu, tidak mesti harus selesai study dulu. Itu bisa ia lakukan sambil berjalan. Kalaupun Anda ingin mengambil langkah seperti para ulama yang tidak menikah (uzzab) demi ilmu, silahkan saja. Tetapi apakah kualitas ilmu Anda benar-benar seperti para ulama itu? Jika tidak, Anda telah rugi dua kali: ilmu tidak maksimal, menikah juga tidak. Bila para ulama uzzab karena saking sibuknya dengan ilmu sampai tidak sempat menikah, apakah Anda telah mencapai kesibukan para ulama itu sehingga Anda tidak ada waktu untuk menikah? Dari sini jika benar-benar ingin ikut jejak ulama uzzab, yang diikuti jangan hanya tidak menikahnya, melainkan tingkat pencapaian ilmunya juga. Agar seimbang.
Kesimpulan
Sebenarnya pernikahan bukan masalah. Menikah adalah jenjang yang harus dilalui dalam kondisi apapun dan bagaimanapun. Ia adalah sunnatullah yang tidak mungkin diganti dengan cara apapun. Bila Rasulullah menganjurkan agar berpuasa, itu hanyalah solusi sementara, ketika kondisi memang benar-benar tidak memungkinkan. Tetapi dalam kondisi normal, sebenarnya tidak ada alasan yang bisa dijadikan pijakan untuk menunda pernikahan. Agar pernikahan menjadi solusi alternatif, mari kita pindah dari pengertian “pernikahan sebagai beban” ke “pernikahan sebagai ibadah”. Seperti kita merasa senang menegakkan shalat saat tiba waktunya dan menjalankan puasa saat tiba Ramadhan, kita juga seharusnya merasa senang memasuki dunia pernikahan saat tiba waktunya dengan tanpa beban. Apapun kondisi ekonomi kita, bila keharusan menikah telah tiba “jalani saja dengan jiwa tawakkal kepada Allah”. Sudah terbukti, orang-orang bisa menikah sambil mencari nafkah. Allah tidak akan pernah membiarkan hambaNya yang berjuang di jalanNya untuk membangun rumah tangga sejati.
Perhatikan mereka yang suka berbuat maksiat atau berzina. Mereka begitu berani mengerjakan itu semua padahal perbuatan itu tidak hanya dibenci banyak manusia, melainkan lebih dari itu dibenci Allah. Bahkan Allah mengancam mereka dengan siksaan yang pedih. Melihat kenyataan ini, seharusnya kita lebih berani berlomba menegakkan pernikahan, untuk mengimbangi mereka. Terlebih Allah menjanjikan kekayaan suatu jaminan yang luar biasa bagi mereka yang bertakwa kepada-Nya dengan membangun pernikahan.
Wallahu a’lam bishshawab.
Subscribe to:
Posts (Atom)
